OKELAH

SELAMAT MENIKMATI WEB KAMI.......

Jumat, 14 Januari 2011

MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS

MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS
3.1 Pengertian Manajemen
Dalam Encyclopedia of the Social Science, dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses di mana pelaksanaan suatu tujan diselenggarakan dan diaawasi.
Menerut George R. Terry, Manajemen adalah sebuah proses yang khas, terdiri dari kegiatan perencanaan, pengorganisasiaan, menggerakkan dan pengawasan yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan dengan bantuan manusia dan sumber-sumber daya yang lain.
Menurut Parker Follet, ia memberikan batasan manajemen sebagai seni untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang-orang (the art getting think through people).
Menurut James A. F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan anggota organisasi dan proses penggunaan semua sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi ang telah ditetapkan.
Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa,
Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian atas sumber daya, terutama SDM untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Ada tiga(3) hal pokok dalam manajemen.
1. ada tujuan yang hendak dicapai
2. tujuan dicapai dengan menggunakan kegiatan orang lain
3. kegiatan-kegiatan orang lain tersebut harus dibimbing dan diawasi


3.2 Fungsi-Fungsi Manajemen
Terdiri atas:
1. Perencanaan (planning)
Dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran yang mengarah ke masa depan, menyangkut serangkaian tindakan berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap semua factor yang terlibat dan yang diarahkan kepada sasaran khusus.
Dengan kata lain, perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan berdasarkan pemilihan dari berbagai alternative data yang ada, dirumuskan dalam bentuk keputusan yang dikerjakan untuk masa yang akan datang dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan.
Dilihat dari bentuknya, perencanaan memiliki beberapa bentuk, yaitu
a. Sasaran/tujuan (objective)
b. Strategi
c. Kebijakan (policy)
d. Prosedur
e. Aturan
f. Program

2. Pengorganisasian (organizing)
Organisasi merupakan kelompok orang yang mempunyai kegiatan dan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi bukanlah suatu tujuan, tetapi sebagai suatu alat untuk mecapai tujuan.
Pengorganisasian meliputi langkah-langkah atau usaha untuk:
a. menentukan struktur
b. menentukan pekerjaan yang harus dilaksanakan
c. memilih, menempatkan, dan melatih karyawan
d. merumuskan garis kegiatan
e. membentuk sejumah hubungan di dalam organisasi dan kemudian menunjuk stafnya.

3. Pengarahan (directing)
Pengarahan dapat diartikan sebagai aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan pikiran dan tenaganya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan ang telah ditetapkan.
Fungsi pengarahan ini merupakan gerak pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan fungsi perencanaan dan pengorganisasian.
Menurut Downey dan Erickson (1992), pengarahan bertujuan untuk:
a. menentukan kewajiban dan tanggung jawab
b. menetapkan hasil yang harus dicapai
c. mendelegasikan wewenang yang diperlukan
d. menciptakan hasrat untuk berhasil
e. mengawasi agar pekerjaan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya

4. Pengkoordinasian (coordinating)
Koordinasi merupakan daya upaya untuk mensinkronkan dan menyatukan tindakan-tindakan sekelompok manusia. Koordinasi merupakan otak dalam batang tubuh dari keahlian manajemen. Makin sedikit koordinasi yang harus dilakukan, makin baik. Perintah yang baik dan lazim dari bidang keahlian menajemen lainnya akan membuat koordinasi tidak begitu dibutuhkan.
Akan tetapi pada organisasi yang dikelola dengan baik sekalipun, ada bidang yang memerlukan koordinasi. Adalah tanggung jawab manajer untuk melihat bahwa pengoperasian departemen-departemen, divisi-divisi, dan individu-individu yang berda di bawah kendalinya terintegrasi secara tepat untuk memproduksi hasil-hasil yang menunjang tercapainya sasaran organisasi.
5. Pengendalian (controlling)
Pengendalian menurut manajemen menguraikan system informasi yang memonitor rencana dan proses untuk meyakinkan bahwa hal itu selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, dan member peringatan bila perlu sehingga tindakan pemulihan dapat dilakukan.
Pengendalian merupakan merupakan pelengkap dari empat fungsi manajemen lainnya. Pengendalian meluruskan keputusan yang salah, hal-hal yang tidak diharapkan, dan dampak dari perubahan. Pengendalian yang tepat memberikan informasi yang diperlukan dan waktu untuk memperbaiki program dan rencana organisasi yang telah salah arah. Cara-cara untuk mengoreksi kekurangan-kekurangan juga harus disajikan. Manajer bisa menjadi sadar akan titik-titik lemah dalam pengorganisasian, pengarahan, dan pengkoordinasian usaha bisnis melalui penggunaan pengendalian secara tepat.

3.3 Kekhususan Managemen Agribisnis
 Keanekaragaman jenis bisnis yg besar
 Besarnya jumlah Agribisnis
 Kanekaragaman ukuran usaha
 Agribisnis skala kecil hrs bersaing dgn yg skala besar
 Falsafah hidup tradisional
 Cenderung berorientasi pd keluarga & masyarakat
 Keanekaragaman jenis bisnis yg besar
 Besarnya jumlah Agribisnis
 Kanekaragaman ukuran usaha
 Agribisnis skala kecil hrs bersaing dgn yg skala besar
 Falsafah hidup tradisional
 Cenderung berorientasi pd keluarga & masyarakat

3.4 Tingkatan Manajemen
Manajemen dapat dklasifikasikan menurut tingkatannya, dalam organisasi atau menurut ruang lingkup kegiatan yang dikelola manajer.
a. Manajemen puncak, berperan dalam menentukan kebijakan strategis dan mempengaruhi jalannya perusahaan. Dan bertanggung jawab atas manajemen bidang usaha dari perusahaan secara menyeluruh. Mereka dikenal sebagai Direktur atau CEO (Chief Executive Officer).
b. Manajemen menengah, berperan memberi pengarahan kegiatan kepada manajer bawahan atau dalam hal tertentu bisa juga kepada karyawan operasional. Dan bertanggung jawab terhadap implementasi kebijaksanaan organisasi.
c. Manajemen lini pertama/bawahan, bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain (bawahannya) dan memberikan pengarahan kepada mereka.


3.5 Unsur-Unsur Manajemen yang Baik
a. Manusia yang melaksanakan manajemen
Ada dua dimensi dalam manajemen yang baik yaitu dimensi manusia dan dimensi waktu, tetapi dimensi manusia jauh lebih penting. Kemampuan manajer untuk mencapai hasil melalui orang lain penting sekali dalam manajemen yang baik. Investasi berupa waktu dan perhatian kepada bawahan sering mendatangkan imbalan yang sangat berharga.
b. Seni
Manajemen adalah sebuah seni, bukan ilmu. Karena manajemen sangat terkait dengan manusia, kita harus memandang prinsip-prinsip manajemen sebagai persamaan yang tidak sempurna. Setiap orang dapat menggunakan prinsip-prinsip manajemen untuk memelihara pertumbuhan dan kemajuan yang berkesinambungan menuju potensi pengelolaan.
c. Berhasil/gemilang
Setiap manajemen yang baik, harus berhasil memenuhi sasaran atau hasil yang diinginkan atau ditentukan sebelumnya. Para manajer harus tahu bidang apa yang mereka kuasai agar dapat mencapai keberhasilan.
d. Sumber daya yang tersedia
Setiap organisasi memiliki atau mempunyai berbagai macam sumber daya yang dikuasainya. Para manajer yang berhasil akan mengeruk hasil/pengembalian tertinggi yang bisa diperoleh dari sumber daya yang tersedia. Mereka mengenali perbedaan antara apa yang seharusnya dan apa yang menjadi kenyataan. Mereka menggunakan apa yang mereka miliki untuk memperoleh apa yang mereka inginkan, dan mereka berurusan dengan kemungkinan, bukan fantasi.


3.6 Prinsip-Prinsip Manajemen
Menurut Henry Fayol, ada 14 prinsip manajemen yang harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas di dalam perusahaan, tetapi sifatnya fleksibel, diantaranya:
a. Pembagian kerja (Division of Work)
b. Kekuasaan/wewenang dan tanggung jawab (Authority and Responsibility)
c. Disiplin (Dicipline)
d. Kesatuan perintah (Unity of Command)
e. Kesatuan Arah (Unity of Direction)
f. Kepentingan individu di bawah kepentingan bersama (Subordinate of Individual Interest to General Interest)
g. Pembayaran upah yang adil (Renumeration of Personal)
h. Pemusatan (Centralization)
i. Batas kekuasaan (Line of Authority)
j. Tata Tertib (Order)
k. Keadilan (Equity)
l. Stabilitas pegawai (Stability of Tenure of Personal)
m. Inisiatif (Initiative)
n. Jiwa kesatuan (Espirit de Corps)

3.7 Bidang-Bidang Manajemen
Secara garis besar manajemen terdiri atas lima bidang, yaitu
a. Manajemen produksi
b. Manajemen pemasaran
c. Manajemen keuangan
d. Manajemen personalia
e. Manajemen administrasi/akuntansi

3.8 Rantai Nilai Kegiatan Usaha
Sebagai rantai awal yang sangat penting dan mendukung produksi suatu usaha, tidak terkecuali kegiatan pertanian adalah dukungan logistik atau supplier. Bagian ini merupakan unsur penunjang utama dalam kegiatan usaha yang terutama bergerak dalam bidang produksi komoditas pertanian. Keberhasilan suatu usaha yang memproduksi suatu komoditas sangat ditentukan oleh pengelolaan sistem produksi dan hubungannya dengan pemasok bahan baku atau logistik. Dengan demikian bagian inipun sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang tinggi bila dikembangkan dengan baik, jadi tidak hanya mengandalkan kepada kekuatan dalam memproduksi saja.
Manajemen produksi dalam hal ini merupakan faktor utama yang menentukan jalannya roda usaha produksi komoditas. Sedangkan sistem distribusi merupakan bagian penyalur komoditas yang telah dibuat pada tingkat penyaluran produk dalam jumlah yang banyak sebelum sampai kepada pelanggan atau pemakai. Untuk dapat menyampaikan produk yang telah diproduksi diperlukan adanya jaringan pemasaran pemasaran yang memadai sebagai kepanjangan tangan jaringan distribusi. Produk yang diproduksi dan dipasarkan tidak akan bertahan lama untuk tetap diminati oleh pemakai apabila aspek pelayanan kepada pelanggan (Service & maintenance) diabaikan.
Melihat keterkaitan diantara variabel yang satu dengan variabel lainnya dari rantai nilai kegiatan usaha tersebut, dapatlah dipahami bahwa kebanyakan perusahaan-perusahaan yang bertaraf internasional berhasil dalam menjalankan usahanya karena mereka mampu menjalankan seluruh variabel yang ada pada rantai nilai tersebut. Kondisi ini berbeda dengan kebanyakan perusahaan di Indonesia, dimana masih banyak diantara perusahaan tersebut yang belum dapat memadukan semua variabel rantai nilai menjadi satu kesatuan yang utuh dan terintegrasi sehingga menciptakan suatu usaha yang kuat. Sebagai contoh kasus misalnya pada bidang agribisnis.

DAFTAR PUSTAKA
Firdaus, Muhammad. 2009. Manajemen Agribisnis. Jakarta: Bumi Aksara
Downey, W.D. & Erickson, S.P. 1992. Manajemen Agibisnisnis. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar